Kurikulum Teknik Industri

Implementasi pendidikan Program Studi Teknik Industri Universitas Mahakarya Asia mulai berorientasi pada capaian pembelajaran (Outcome-Based Education / OBE).

OBE merupakan pendekatan sistem pendidikan dan pembelajaran dengan fokus pada hasil capaian dari sebuah proses pembelajaran.

Dari kerangka kerja, dirumuskan profil lulusan Program Studi Teknik Industri yang berada pada level 6 KKNI. Lulusan Sarjana Program Studi Teknik Industri Universitas Mahakarya Asia berperan pada sistem industri, baik pada industri manufaktur maupun industri jasa.

Sesuai dengan arahan dalam Buku Panduan Penyusunan Kurikulum Program Studi, perumusan kurikulum didasarkan kepada sejumlah pertimbangan yang sifatnya analisis lingkungan internal dan eksternal dalam bentuk analisis SWOT dan tracer study.

Kurikulum Teknik Industri Universitas Mahakarya Asia didesain dengan mengkolaborasikan antara KKNI (Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia), Kurikulum Kampus Merdeka, Kompetensi Teknik Industri sesuai IISE Body Of Knowledge (Institute of Industrial and System Engineering), dan kompetensi sebagai pengusaha.

Profil Lulusan didesain sesuai dengan Values dari Universitas Mahakarya Asia:
- Unik : Lulusan memiliki jiwa entrepreneurship baik menjadi entrepreneur maupun intrapreneur pada sektor profesional dengan keilmuan Teknik Industri
- Adaptif: Lulusan memiliki kompetensi untuk belajar sepanjang hayat (long life learner), mampu melakukan pengembangan kapabilitas dan intelektualitas diri secara berkelanjutan mengikuti perubahan lingkungan, ilmu pengetahuan, dan teknologi
- Inovatif: Lulusan memiliki jiwa inovatif, mengimplementasikan hasil belajar dalam kebaruan untuk kebermanfaatan bagi masyarakat.

Capaian Pembelajaran Lulusan:
CPL-1. Kemampuan untuk menerapkan pengetahuan matematika, ilmu alam dan/atau material, teknologi informasi dan keteknikan untuk memperoleh pemahaman menyeluruh dari prinsip-prinsip keteknikindustrian.
CPL-2. Kemampuan untuk merancang sistem terintegrasi dengan memenuhi standar yang diperlukan dan berbagai batasan multi aspek yang realistis (misal: teknis, aspek hukum, ekonomi, lingkungan, sosial, politik, kesehatan dan keselamatan, keberlanjutan), serta melibatkan berbagai pemangku kepentingan, dan mengidentifikasi dan/atau memanfaatkan potensi sumber daya lokal dan nasional dengan pandangan global di bidang teknik industri.
CPL-3. Kemampuan untuk merancang dan melakukan eksperimen laboratorium dan/atau lapangan dan menganalisis dan menerjemahkan data untuk mendukung proses pengambilan keputusan keteknikindustrian.
CPL-4. Kemampuan untuk mengidentifikasi, merumuskan, menganalisis dan menyelesaikan permasalahan kompleks di bidang teknik industri
CPL-5. Kemampuan untuk menerapkan metode, keterampilan, dan peralatan teknik modern yang diperlukan dalam praktik keteknikindustrian.
CPL-6. Kemampuan untuk berkomunikasi lisan dan tulisan secara efektif.
CPL-7. Kemampuan untuk merencanakan, menyelesaikan, dan mengevaluasi tugas dengan memperhatikan batasan yang diberikan.
CPL-8. Kemampuan untuk bekerja dalam tim.
CPL-9. Kemampuan untuk bertanggungjawab kepada masyarakat, akuntabel, dan menjalankan etika profesi dalam menyelesaikan permasalahan keteknikindustrian.
CPL-10. Kemampuan untuk terlibat dalam pembelajaran sepanjang hayat, termasuk akses terhadap pengetahuan yang relevan dari isu-isu terkini.
CPL-11. Mampu menjelaskan dan menguasai prinsip kewirausahaan sebagai dasar merancang dan/atau mengimplementasikan praktik bisnis.

Menjadi Mahakarya Teknopreneur

Turpis in eu mi bibendum neque egestas congue quisque. Eu non diam phasellus vestibulum lorem.Excepteur sint occaecat cupidatat non proident, suntin culpa qui officia deserunt mollit animid est laborum.Phasellus imperdiet lacinia nulla, malesuada semper nibh sodales quis, Duis viverra ipsum dictum. It is a long established fact that a reader will be distracted by the readable content of a page when looking at its layout.

Contact Us